kebakaran

Kebakaran, Kabut Asap, Dan Mereka Yang Tergusur

Musim kemarau di tahun ini mungkin seperti tahun-tahun sebelumnya. Kekeringan dimana-mana, bahkan tradisi hadirnya kabut asap tidak absen pula. Semua karena kebakaran yang melanda.

Bulan ini September. Dikenal pula sebagai bulan gemar membaca terlebih khususnya di Banjarmasin. Hal tersebut ditetapkan sejak tahun 1995 oleh Presiden Soeharto pada 14 September 1995 saat meresmikan Hari Kunjung Perpustakaan dan Bulan Gemar Membaca di Banjarmasin.

Namun masyarakat tengah dialihkan konsentrasinya kepada beberapa kejadian yang cukup menggemparkan. Contohnya seperti kabut asap yang semakin hari, tampak semakin tebal menutupi pandangan. Kebakaran lahan, hutan, dan pemukiman warga yang penyebabnya masih simpang siur dan beraneka ragam.

Masyarakat di Banjarmasin atau bahkan mungkin di seluruh Indonesia masih percaya kepada hal-hal yang berbau mistis.

Banyak anggapan yang beredar di kalangan warga Banjarmasin bahwa penyebab bencana ini dikarenakan oleh munculnya sosok yang bisa menghilangkan wujudnya dan membakar rumah warga.

Adapula yang berkata bahwa ia adalah jin yang berasal dari kerajaan sungai, wallahualam.

Terlepas dari itu semua kita sebagai individu sebaiknya tetap waspada terhadap bencana kebakaran yang hampir berturut-turut terjadi belakangan ini. Dari sekian banyak musibah kebakaran yang terjadi, kejadian yang cukup memilukan ialah yang terjadi di Alalak Selatan, Kecamatan Banjarmasin Utara.

Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah terhintung 222 jiwa dari 75 kepala keluarga kehilangan tempat tinggal. Kerugian yang ditimbulkan ditaksir senilai 1,5 miliar rupiah.

Di samping maraknya kebakaran pemukiman yang sudah cukup menggegerkan banua. Tidak luput pula kebakaran hutan dan lahan (karhutla), khususnya di pulau Kalimantan.

Penyebab karhutla sudah bisa dipastikan 1000% disebabkan oleh ulah manusia, terlepas ini karena kelalaian atau pun disengaja. Satu hal yang pasti, banyak para penghuni asli habitat hutan kalimantan tergusur bahkan menjadi korban karena ulah manusia.

Beberapa hari yang lalu beredar foto-foto hangusnya hutan di Kalimantan Tengah dan Barat yang menyebabkan orang utan asli Kalimantan itu kehilangan tempat tinggalnya.

Penulis: Elfaqar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *