X

Kucing, Hewan Predator yang Menjadi Ancaman Spesies Lain

hancau – Tanpa kita sadari, kucing adalah hewan predator yang multitalenta. Hewan ini mampu beradaptasi di hampir semua lingkungan.

Di dalam sebuah penelitian disebutkan pula, bahwa kucing merupakan hewan predator alami paling sukses yang pernah ada. Karena hal tersebut pula lah, kucing menjadi hewan yang paling mengancam bagi ekosistem di sekelilingnya.

Bagi beberapa spesies, kucing menjadi sebagai ancaman paling serius daripada manusia. Walaupun pada hakikatnya, manusia adalah spesies yang paling merusak bumi.

Seperti yang telah disebutkan di atas, bahwa kucing mampu beradaptasi di hampir semua lingkungan. Hal ini terbukti dari bentuk yang dimiliki oleh kucing.

Kucing tidak perlu mengubah bentuk untuk bisa beradaptasi. Berbeda dengan anjing yang harus mengubah bentuknya untuk bisa beradaptasi.

Tidak heran jika terdapat banyak sekali jenis anjing di seluruh dunia dengan bentuk yang berbeda-beda.

Kita dapat menemukan kucing di wilayah paling panas hingga wilayah paling dingin sekalipun. Bahkan, kucing bisa ditemukan di wilayah sekitar manusia tanpa kehilangan identitas ‘keliarannya’.

Mau dipelihara bagaimanapun, kucing tetap saja menjadi liar. Meskipun dia berpura-pura menjadi hewan peliharaan. Kucing, dengan atau tanpa kita pelihara dia akan selalu muncul.

Dengan kemampuan adaptasi seperti ini, menjadi kabar buruk bagi spesies lain. Secara tidak langsung kucing akan menjadi predator hewan di sekitarnya.

Kucing menjadi hewan predator yang multitalenta karena beberapa hal, antara lain,

Memiliki Keseimbangan Tubuh Paling Baik

Keseimbangan tubuh kucing dapat terlihat dari mobilitas yang dilakukannya, bahkan kucing mampu berlari secara vertikal.

Saat kucing jatuh dalam posisi apapun, secara otomatis ia akan membalik tubuhnya dengan sangat cepat dan kakinya yang akan lebih dulu menyentuh tanah.

Secara anatomi, kaki kucing itu tidak lebih berat dari badannya. Jika mengacu kepada ilmu gravitasi, bagian beratnya dulu yang seharusnya menyentuh tanah.

Inilah dikatakan bahwa saat kucing jatuh, hal tersebut menentang ilmu fisika.

 

Memiliki Tubuh Sangat Lentur

Kucing memiliki tulang belakang lebih banyak daripada manusia dan hewan mamalia lainnya. Jika kucing memiliki tubuh sepanjang ular, maka ia mampu membelit seperti ular.

Bahkan, ada skripsi yang pernah dibuat untuk membuktikan apakah kucing itu cairan atau bukan. Karena dia memiliki karakter seperti cairan.

 

Kulitnya Bisa Melar

Ini merupakan salah satu keunggulan kucing. Ketika kucing jatuh dari tempat yang sangat tinggi, dia tidak hanya mampu membalik tubuhnya namun ia akan menjadi seperti tupai terbang (bajing loncat). Bagian sekitar ketiaknya akan meregang dan jatuh seperti parasut.

Inilah yang menyebabkan kucing menjadi hewan paling sulit dibunuh, jika metodenya dengan cara dijatuhkan dari tempat tinggi. Hal ini pulalah awal mula mitos bahwa kucing memiliki 9 nyawa.

Kucing memiliki rekor pernah dijatuhkan dari lantai 46 dan dia masih hidup, hanya mengalami pincang sedikit.

 

Reflek yang Cepat

Pada dasarnya kucing memiliki tingkat penglihatan yang buruk, alias buram. Namun jika dia melihat gerakan sedikit saja, dia akan langsung terlihat kaget dan menatap secara tajam. Hal inilah yang membuat matanya yang rabun itu, tiba-tiba akan menjadi fokus.

 

Mampu Memanipulasi Manusia

Dimana-mana kita tahu bahwa kucing itu lucu, namun pernahkah kita bertanya kenapa kucing lucu?

Menurut beberapa penelitian, kucing bukanlah lucu. Akan tetapi, dia memanipulasi manusia agar menganggap dia itu lucu. Sungguh sangat mengerikan.

Related Post

Penelitian ilmiah terkait kucing dilakukan beberapa kali, dan ini mengarah kepada tingkat kemampuan manipulasi kucing kepada manusia.

Dengkuran kucing merupakan salah satu cara memanipulasi manusia untuk mencintai dia.

Suara mengeong kucing yang kadang-kadang seperti bayi (jika kamu pecinta kucing pasti tahu) itu merupakan adaptasinya untuk memanipulasi manusia untuk bisa dicintai manusia.

Penelitian Karen McComb dari University of Sussex membuktikan bahwa suara kucing memiliki frekuensi 220 – 520 hz, hampir sama dengan bayi yang memiliki frekuensi 300 – 600 hz.

 

Kemampuan Indrawi

Salah satunya ialah kemampuan melihat dalam kegelapan, kucing memiliki kemampuan melihat dalam gelap 5 kali lebih baik daripada manusia. Dari segi penciuman, kucing terkadang lebih payah daripada anjing. Namun beberapa jenis kucing memiliki tingkat penciuman yang sama dengan anjing.

Kucing memiliki indra jacobson di atas langit-langit mulutnya. Hal ini berfungsi untuk merasakan zat-zat kimia di udara. Kemampuan ini seperti yang dimiliki oleh ular.

Selain itu, kucing memiliki kompas alami atau sistem navigasi di dalam otaknya. Pernahkah kamu menyadari kenapa kucing selalu tahu jalang pulang? Inilah yang disebut sebagai kompas alami di otaknya.

Bahkan sampai hingga sekarang tidak ada yang mampu menjelaskan secara ilmiah bagaimana mekanisme tersebut berjalan. Hal ini mirip dengan kemampuan yang dimiliki oleh burung merpati atau belut.

Banyak kasus kucing yang melewati ribuan kilometer untuk bisa pulang ke rumahnya.

Ada pula indrawi kucing yang tidak kita sangka, yaitu kumisnya. Kumis kucing salah satu indra yang dimiliki oleh kucing, jadi jika kamu punya kucing jangan cukur kumisnya.

Kumis kucing berfungsi sebagai sensor spasial, kelembaban udara, deteksi jantan dan betina,  dan untuk mengukur jaraknya saat melompat.

Pendengaran kucing 5 kali lipat lebih kuat daripada manusia, dan 2 kali lipat lebih baik daripada anjing. Yang lebih menggelikan lagi, telinga kucing dapat diputar ke segala arah semaunya.

 

Dengan multitalenta dan kemampuan indrawi kucing di atas, dia merupakan menjadi ancaman yang cukup besar bagi spesies dan ekosistem di sekitarnya. Sampai berapa besar? mari lanjut baca artikel ini sampai habis.

 

Ancaman Kucing

Kucing kaki hitam, ini merupakan jenis kucing liar biasa yang sering kita temui, membunuh 14 ekor binatang (pengerat dan burung) dalam waktu 50 menit.

Kucing Australia membunuh 60 ekor binatang dalam waktu satu malam. Dari 60 ekor tersebut, 10 ekor untuk dimakan, dan 50 ekor lainnya hanya untuk bersenang-senang.

Menurut penelitian Prof. Sarah Legge, University of Winsland, ada 1.000 jenis hewan dibunuh oleh kucing setiap tahunnya.

Di pulau Macquarie kucing membunuh seluruh burung parkit kepala merah dalam 11 tahun, dari 1980 hingga 1991.

Burung ini merupakan hewan endemik atau langka, dan gara-gara kucing binatan itu punah.

Jadi, jika kamu ingin memelihara kucing, pastikan di sekitar itu tidak ada hewan liar dan langka. Karena dapat memicu kepunahan hewan tersebut.

Kemudian, salah satu legenda ilmiah yang paling terkenal tentang bahayanya kucing ialah matinya seluruh burung endemik di pulau Stephens di tahun 1984. Burung di kepulauan tersebut mati akibat dibunuh oleh kucing bernama Tibbles.

Tibbles adalah kucing peliharaan penjaga mercusuar di pulau itu.

Di Amerika Serikat kucing tetap berburu, meski telah dipelihara dan diberi makan.

Nature Communications, dalam penelitiannya di tahun 2013 menyebutkan, kucing membunuh 1,4 hingga 3,7 miliar burung serta 6,9 dan 20,7 miliar mamalia di Amerika Serikat.

Hal ini menjadi ancaman serius bagi ekosistem, bahkan di Australia ada jam malam untuk kucing peliharaan.