bermimpi

Dalam Islam, Begini Adab Setelah Bermimpi

hancau Setiap manusia butuh tidur untuk mengistirahatkan segala pikiran dan fisiknya. Biasanya ketika kita benar-benar kelelahan, maka tidur itu akan terasa lebih nikmat. Namun tak menutup kemungkinan, kita bermimpi saat tidur.

Bermimpi adalah apa yang dialami oleh seseorang dalam tidurnya, baik berupa kejadian-kejadian, maupun peristiwa-peristiwa tertentu.

Dalam Islam ada beberapa adab yang harus dipegang oleh seseorang yang mengalami mimpi dalam tidurnya, di antaranya sebagai berikut,

1. Jika seseorang bermimpi bagus atau sesuatu yang disenanginya, hendaknya ia mengucapkan, “Alhamdulillah.” Dan ia hendaklah tidak menceritakan cerita itu, kecuali kepada orang yang disenangi.

2. Jika seseorang bermimpi sesuatu yang buruk atau yang tidak disukai, hendaknya ia mengucapkan, “Audzubillahi minasyaithaanirrajiim wamin syarri dzaalikal hilm (Aku berlindung kepada Allah dari godaan syetan yang terkutuk dan dari kejahatan mimpi ini), doa ini dibaca tiga kali sambil menengok ke sebelah kiri dan mengubah posisi tidurnya, maka sesungguhnya mimpi tersebut tidak akan memiliki dampak negatif kecuali dengan izin Allah SWT. Jangan menceritakan mimpi tersebut kepada orang lain.

3. Mimpi yang baik itu datangnya dari Allah SWT. Sebagai dalam hadis dikatakan bahwa, “Mimpi yang bagus itu datangnya dari Allah dan mimpi yang jelek itu datangnya dari syaithan, maka bila salah seorang kamu bermimpi sesuatu yang menyenangkan, maka jangan menceritakannya kecuali pada orang yang ia senangi,” (HR. Muslim, Juz 3, h. 1772).

4. Mimpi yang buruk itu datangnya dari setan untuk menggoda kaum Muslim.

5. Tidak boleh bagi seseorang berpura-pura bermimpi sesuatu padahal ia tidak bermimpi, karena Rasulullah SAW melarang hal itu.

6. Hendaklah seseorang tidak menta’wilkan (menafsirkan) mimpinya, kecuali oleh ahli tafsir mimpi atau menafsirkannya dengan tafsiran yang baik, karena mimpi itu akan menjadi kenyataan sesuai dengan tafsir orang itu sendiri.

Editor: