Ramadan, Corona, dan THR

hancau.net – Tidak terasa Ramadan akan segera berakhir. Tinggal dalam hitungan hari, kita sudah menyongsong masuknya bulan syawal. Bulan kemenangan setelah berpuasa satu bulan lamanya.

Ramadan tahun ini pun menjadi Ramadan paling menyedihkan sepanjang sejarah perjalanan umat manusia. Pasalnya, hal ini disebabkan oleh pandemi yang tidak kunjung berakhir. Menyebabkan kegiatan Ramadan yang setiap tahun kita lakukan menjadi berbeda. Tidak ada shalat tarawih di mesjid, tidak ada buka puasa bersama. Padahal hal ini lah yang paling ditunggu-tunggu dalam rangka momen untuk lebih mempererat tali silaturahmi.

Hal yang paling erat kaitannya dengan berakhirnya Ramadan adalah bagi-bagi THR. Ya, THR (Tunjangan Hari Raya). Bagi sebagian orang mungkin berpikir THR akan dihabiskan untuk mengisi hari raya lebaran. Seperti membeli baju baru, sepatu baru, bahkan mungkin kendaraan baru (Mungkin ini THR para bos).

Namun bagi sebagian orang lainnya, THR merupakan bonus tahunan yang diterima hanya setahun sekali. Kebergunaannya pun sangat dimanfaatkan sebaik mungkin. Ada yang untuk membayar cicilan rumah, membayar hutang yang hampir tidak kunjung lunas, apalagi ketika sekarang ini bertepatan dengan kenaikan kelas anak sekolah. Mungkin THR nya akan dipakai untuk membayar uang sekolah.

Sayangnya di tahun ini hal yang berbeda terjadi, di beberapa perusahaan ada yang menangguhkan THR untuk para pekerjanya. Ada pula THR yang dicicil. Syukur-syukur kalau dibayarkan, tapi kalau dibiarkan. Tidak jarang perusahaan “jahat” akan lupa dengan hak para karyawannya.

Maka, harapan bagi sebagian orang bahwa THR dipakai untuk membayar hutang, membayar sekolah anaknya, atau pun membayar cicilan rumah akan sirna. Mereka akan terpaksa berhutang lagi. Entah sampai kapan tradisi gali lobang – tutup lobang ini berakhir. Itulah mungkin pikiran mereka.

Hal ini disebabkan pandemi yang tidak kunjung reda. Bahkan di kotaku, Banjarmasin. Kasus terus bertambah, kabarnya sekarang provinsi ini menjadi penyumbang nomor satu kasus corona.

Harapan kita sekarang, semoga pandemi segera berakhir. Akhirul kalam, ijinkan saya sebagai penulis mengucapkan mohon maaf lahir batin jika pernah ada salah-salah kata dalam penulisan.(fix)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *