Mobil Matik

Perlu Diketahui, Ini Kondisi Tepat Pakai Gigi L dan 2 Mobil Matik

hancau Mobil matik bertransmisi otomatis konvensional, berupa AT umumnya memiliki 4 tingkatan laju percepatan. Masing-masing dibedakan menjadi empat macam gigi, meliputi L, 2, 3, dan D.

Sisanya ada P (Park), R (Reverse), dan N (Neutral) yang masing-masing memiliki fungsi untuk menahan pergerakan mobil, gigi mundur, dan membiarkan posisi gigi netral.

Model transmisi ini lazim ditemukan pada berbagai model mobil matik Toyota seperti Avanza. Ada juga Agya dan Calya, namun minus gigi L.

Untuk menjalankan mobil dengan mudah, biasanya pengemudi hanya mengaktifkan gigi D. Sebab dengan begitu, gigi akan pindah secara otomatis dari yang terendah sampai tertinggi sesuai rasionya.

Lalu buat apa ada gigi L, 2, dan 3? Kapan ketiganya harus dipakai? Pengemudi pemula atau yang baru mengendarai mobil matik tentu harus tahu hal ini.

Seperti dikutip dari Kumparan, Kepala Bengkel Auto2000 Kenjeran Surabaya Yusuf Bahtiar menjelaskan, khusus L dan 2 bisa digunakan untuk kebutuhan tertentu.

“Misalkan di posisi L, bisa dipakai saat start stop sementara, diimbangi dengan menggunakan rem tangan, ini bisa menghemat bahan bakar dan meringankan kerja transmisi. Misalnya (mengantre) di lampu merah,” terangnya dalam diskusi virtual, Kamis (31/12).

Mengapa demikian? Dalam posisi L, laju mobil hanya pada gigi terendah. Ibarat mobil manual, lajunya cuma pada gigi 1.

Berikutnya posisi gigi 2. Yusuf menambahkan posisi tersebut ideal diaktifkan manakala menghadapi kontur jalan yang tidak mendatar, seperti menurun atau menanjak.

“Gigi 2 bisa digunakan untuk jalan naik atau turun, jika kondisi turunannya curam juga untuk mendapatkan efek engine brake. Bila perlu bisa diturunkan ke L atau Low,” terangnya lagi.

Adapun gigi 3, akan lebih cocok digunakan saat membutuhkan tenaga puncak pada putaran mesin tinggi. Momentum yang tepat menggeser tuas ke posisi 3 adalah ketika hendak menyalip kendaraan di depan.

Bisa juga saat mendapati jalan sedikit menanjak. Namun torsi mesin mobil kurang sanggup mendaki, untuk itu cepat-cepat turunkan ke 3 agar torsi dan tenaga maksimal didapat.

“Dengan posisi yang tepat, tenaga bisa didapat, bahan bakar bisa hemat,” imbuh Yusuf.

Editor: Ghaf

Editor: