Hari Ini Ponpes Mahfilud Dluror Jember Mulai Puasa Ramadan, Apa Dasarnya?

apahabar.com, JEMBER – Hari ini, jemaah Pondok Pesantren atau Ponpes Mahfilud Dluror Jember mulai berpuasa Ramadan 1442 H.

Dalam laporannya, Antara, Senin (12/4/2021), salat terawih yang digelar tadi malam, tak hanya jemaah Pesantren Mahfilud Dluror.

Melain kan pula diikuti oleh warga sekitar pesanteran yang berada di perbatasan Kabupaten Jember dengan Bondowoso, Jawa Timur.

“Alhamdulillah kami menjalankan Salat Tarawih pada Minggu (11/4) malam dan mulai hari ini kami berpuasa yang diikuti oleh sebagian warga Jember dan Bondowoso, serta para alumni pesantren,” kata Pengasuh Pondok Pesantren Mahfilud Dluror KH Ali Wafa saat dihubungi Antara di Jember, Senin.

Salat Tarawih yang dipimping langsung oleh KH Ali Wafa berlangsung dengan protokol kesehatan ketat, karena masih masih pandemi Covid-19.

Dasar Penentuan Puasa

Pesantren Mahfilud Dluror di Desa Suger Kidul, Kecamatan Jelbuk, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Foto-Antara

Hari ini jemaah Pesantren Mahfilud Dluror mulai berpuasa Ramadan.

Menurut KH Ali Wafa, pengansuk pondok menjelaskan, penentuan awal puasa di Pesantren Mahfilud Dluror berdasarkan kitab salaf Nushatul Majaalis wa Muntahobul Nafaais yang diterapkan sejak tahun 1826.

Sehingga, lanjut dia, tidak menggunakan metode hisab dan rukyat seperti yang dilaksanakan pemerintah dan Muhammadiyah.

“Penetapan awal puasa berdasarkan keyakinan yang menggunakan acuan sistem khumasi (dari Bahasa Arab artinya lima/khomsatun) yang berdasarkan pada kitab Nushatul Majaalis karangan Syeh Abdurrohman As Shufuri As Syafi’i yang sudah dijalankan 195 tahun yang lalu,” kata KH Ali Wafa.

Ia menjelaskan sistem penghitungan khumasi yakni penentuan awal puasa tahun ini bisa dengan cara menghitung lima hari dari awal puasa tahun sebelumnya.

Dengan begitu, sehingga pihak ponpes juga sudah bisa menentukan awal puasa Ramadan 2021.

“Awal Ramadhan tahun 2020 jatuh pada hari Kamis, sehingga lima hari dari awal puasa tahun lalu yakni Kamis, Jumat, Sabtu, Minggu dan Senin dimulai nya awal Ramadhan tahun ini,” tuturnya.

Pada tahun 2020, Pesantren Mahfilud Dluror juga berpuasa lebih awal dibandingkan pemerintah karena menggunakan acuan kitab salaf tersebut.

“Kami berharap perbedaan penetapan awal puasa di Pesantren Mahfilud Dluror tersebut juga dihargai umat Muslim lainnya, namun selama ini tidak pernah memicu konflik di kalangan umat Islam,” ujarnya.

Sebelumnya Muhammadiyah telah menentukan awal Ramadan 1442 Hijriah jatuh pada 13 April 2021.

Sedangkan Nahdlatul Ulama (NU) melaksanakan rukyatul hilal pada Senin ini.

Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) akan menggelar sidang isbat atau penetapan awal Ramadan 1442 H yang berdasarkan pengamatan hilal di seluruh Indonesia.

Editor:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *