Bocah Laki-laki dan Sepeda Tua

Pich Teara mengikuti lomba dengan sepeda tuanya - Foto: Cambodia MTB Series 2020

Bocah Laki-laki dan Sepeda Tua

hancau.net – Bocah Laki-laki dan Sepeda Tua. Judul saya rasa cukup menarik. Namun bukan hanya tentang bocah dan sepedanya.

Sepeda di masa sekarang, khususnya di era new normal seolah menjadi kebutuhan primer bagi sebagian orang. Banyak event kecil sering diselenggarakan demi membiasakan masyarakat untuk rajin bersepeda.

Selain untuk kesehatan, bersepeda juga berguna untuk menjaga bumi tetap bersih dan terbebas dari polusi. Di Kalimantan Selatan, khususnya di Banjarmasin, ada beberapa komunitas sepeda yang rutin berolahraga roda dua ini. Ada hari-hari tertentu bagi beberapa komunitas untuk berkumpul dan melakukan fun bike.

Layar netizen, belakangan dihebohkan dengan beberapa foto seorang bocah laki-laki yang sedang mengendarai sepeda tua. Namun, yang unik bukanlah bocah dan sepeda tuanya.

 

5834ec84c95d7f354992508c939aa9af22922c5a
434b9616882d8c8158b4e7c8f09caa0882957387
43f609da141ec48b139eca41d76bfcf4de786644
8bc8cb6c29787a567d43ae575131bd3b134c596c
7ffadb5545a953ed72a365904d8544a992b1da0e
7d2fbe1c1791a81213f442d71d06558d06a6dbe0
previous arrow
next arrow

 

Namanya Pich Theara berasal dari Kamboja. Dirinya mengikuti sebuah kompetisi sepeda, yang notabene diikuti oleh para peserta dengan segala kelengkapannya, seperti helm, sepatu, alat pelindung diri, dan sepeda yang mumpuni untuk dipakai membalap.

Berbeda dengan Pich, ia hanya menggunakan sepeda tua, tanpa helm, sepatu, dan peralatan mahal seperti anak-anak lain. Namun, ia tidak segan untuk mengikuti kompetisi sepeda tersebut. Bermodalkan semangat untuk bersepeda, ia tetap berani bersaing untuk menang.

Tindakan bocah laki-laki itu pun membuat semua orang mengaguminya karena keberaniannya. Padahal alasan utama Pich mengikuti kompetisi di tanggal 08 November itu ialah hanya karena dirinya menyukai sepeda.

Dilansir dari Cambodia News English, Meng Ponlok ketua dari Cambodia Youth Movement Association (Team 157) memberikannya bantuan berupa sepeda baru, baju, sepasang sepatu, tas, buku, makanan, dan minuman (11/11/20).

Diketahui belakangan, bahwa ayah Pich hanya seorang pekerja bangunan, dan sang ibu menderita penyakit fisik. Pich merupakan anak bungsu dari 5 bersaudara. (fix)

Sumber: KHMERLOAD

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *