Polres Kotabaru Datangkan Tim Labfor Polri Selidiki Kebakaran

BORNEO online, Kotabaru – Kebakaran terjadi di kawasan padat pemukiman Jalan Fatmaraga Kelurahan Kotabaru Tengah, Kecamatan Pulau Laut Sigam, Kabupaten Kotabaru, Kalsel.

Polres Kotabaru segera mendatangkan Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polri cabang Surabaya untuk menyelidiki penyebab kebakaran yang menghanguskan ratusan lebih rumah warga.

“Kami sudah menghubungi Tim Labfor dari Surabaya dan mereka akan datang untuk menyelidiki penyebab pasti kebakaran tersebut,” ucap Kapolres Kotabaru AKBP Andi Adnan S SIK di Kotabaru, dikutip dari antara, Jumat (30/10/2020).

Dikatakannya, saat ini Satuan Reserse Kriminal Polres Kotabaru sudah mendatangi tempat kejadian perkara dan melakukan pemasangan garis polisi.

“Kami pasang garis polisi agar tidak ada masyarakat yang masuk ke area kebakaran agar nanti bisa memudahkan proses penyelidikan,” kata perwira menengah Polri lulusan Akpol 2000 itu.

AKBP Andi Adnan juga mengatakan dari data sementara kebakaran yang terjadi di kawasan padat pemukiman Jalan Fatmaraga Kelurahan Kotabaru Tengah, Kecamatan Pulau Laut Sigam, Kabupaten Kotabaru, Kalsel, menghanguskan ratusan lebih rumah di lima rukun tetangga yaitu RT8, RT9, RT13, RT15 dan RT16.

loading...

Dari kebakaran itu ada sekitar 159 kepala keluarga dan 505 jiwa yang kehilangan tempat tinggal harus mengungsi sementara di tenda pengungsian.

Menurut dia, saat ini juga pihaknya sudah langsung menyalurkan bantuan sosial kemanusiaan kepada para korban kebakaran.

Selain itu, pihak juga mendirikan Posko bantuan sosial dan mendirikan beberapa tenda untuk para pengungsi yang ingin beristirahat.

“Bantuan sosial untuk para korban kebakaran saat ini sudah mulai berdatangan baik dari Polres Kotabaru, Pemerintah Kabupaten Kotabaru dan dari Pemerintah Provinsi Kalsel melalui Dinas Sosial,” tutur pria yang pernah menjabat sebagai Kasat Reskrim Polresta Banjarmasin itu.

Tim Redaksi

Tim redaksi hancau.net, terdiri dari beberapa pemuda yang senang berkreatifitas di dalam ruangan. Khususnya di depan komputer mereka masing-masing. Jika di masa dahulu, mereka dianggap nerd.Berbeda hal nya di masa sekarang. Sekarang, hampir semua orang beraktifitas di depan layar gadget mereka. Mulai dari berbelanja, bermain, hingga bekerja. Semua dapat dilakukan di dalam satu wadah digital.