Kenapa Harus Belajar dari Lebah?

BORNEO online – Lebah merupakan makhluk yang mengandung banyak hikmah. Karena itu tak salah jika Alquran mengabadikan nama lebah menjadi salah satu surat yakni An-Nahl. Rasulullah SAW pun bersabda “Perumpamaan orang yang beriman itu bagaikan lebah. Ia makan yang bersih, mengeluarkan sesuatu yang bersih, hinggap di tempat yang bersih dan tidak merusak atau mematahkan (yang dihinggapinya).”

Perlu kita ketahui bahwa ada empat sifat lebah yang harus kita tiru yakni lebah hanya hinggap di tempat yang bersih dan hanya menyerap yang bersih, mengeluarkan yang bersih, tidak pernah merusak, bekerja keras dalam jamaah, serta tunduk pada satu pimpinan.

Lebah adalah hewan yang bekerja keras setiap saat. Tiada hari tanpa bekerja dalam hidupnya. Ini sesuai dengan yang Allah perintahkan dalam surat Al-Insyirah ayat 7 yaitu, “Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain.”

Nampaknya kita harus belajar dari lebah. Bagaimana kerja kerasnya dalam mengerjakan sesuatu. Lebah adalah tipe pekerja yang mengutamakan kolektivitas. Mereka bekerja dalam sebuah koloni. Lebah selalu hidup dalam koloni besar, tidak pernah menyendiri dan bekerja sendiri.

Lebah mengajari kita bahwa dalam mengerjakan sesuatu sudah seharusnya kita melakukannya secara berjamaah. Rasulullah telah memerintahkan kita hidup berjamaah. Karena itulah yang membuat kita kuat dan mudah dalam mengerjakan sesuatu. Perintah bekerja secara jamaah ini telah Allah singgung dalam surah Ash-Shaff ayat 4, “Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur, mereka seakan-akan seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh.”

Lebah adalah serangga mungil yang tidak mampu berpikir. Tetapi Allah telah menganugerahinya kemampuan untuk menyelesaikan sejumlah pekerjaan besar dengan sangat rapi. Jika suatu lebah saja begitu mengagumkan, lalu bagaimana jika ribuan lebah yang bekerja sama secara teratur? Maha Besar Allah dengan segala kekuasaannya.

Lebah selalu mengerjakannya pekerjaannya dengan sungguh-sungguh tanpa kesalahan. Rata-rata, sekitar 60-70 ribu lebah hidup dalam sebuah sarang. Walaupun populasinya demikian padat, lebah mampu melakukan pekerjaannya secara terencana dan teratur.

Allah memberikan sebuah pembelajaran bagi kita. bagaimana seharusnya kita mampu bekerja dengan sungguh-sungguh dalam hidup ini. Allah telah anugrahi manusia akal yang sempurna, lantas mengapa kita masih bermalas-malasan dalam bekerja? Tidakkah lebah memberikan hikmah kepada kita semua?

.

Islampos/referensi: Tangan-tangan yang dicium Rasul/syahyuti/pustaka hira

Editor: