Tempat Pembuangan Akhir Regional “Banjarbakula” Simpan Beragam Potensi

BORNEO online, Banjarbaru – Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) Hanifah Dwi Nirwana mengungkapkan, tempat pembuangan akhir atau TPA Regional “Banjarbakula” menyimpan beragam potensi yang dapat mendatangkan manfaat.

“Sebagai contoh kecil “lindi” yang merupakan air limbah dari TPA Regional tersebut kalau kita olah dengan baik bisa menjadi pupuk,” ujarnya usai menghadiri rapat paripurna DPRD Kalsel atau saat berada di Banjarmasin, Senin (16/11) lalu.

Selain itu, gas metan yang dari persampahan dapat pula untuk berbagai keperluan seperti penerangan serta bahan bakar rumah tangga dan lainnya, lanjut perempuan pertama yang menjadi Kepala DLH provinsi yang terdiri atas 13 kabupaten/kota tersebut.

Contoh lain, pada TPA Regional Banjarbakula kini sedang mengolah oli bekas guna keperluan lain guna memanfaatkan limbah plumas tersebut agar tidak terbuang percuma serta mencemari lingkungan.

“Pengolahan oli bekas itu sudah menghasilkan, tinggal menunggu izin untuk pemanfaatan,” tambah Kepala Dinas Lingkungan Hidup (Kadis LH) Kalsel yang tampak energik tersebut.

Hanifah yang belum “setahun jagung” sebagai Kadis LH Kalsel itu menerangkan pula, pihaknya akan membangun insenerator dalam penanganan persampahan di TPA Regional Banjarbakula.

“Semestinya insenerator tersebut sudah terbangun, tetapi karena penyisihan anggaran untuk lebih prioritas yaitu penanganan wabah virus Corona atau COVID-19, sehingga tertunda ke Tahun Anggaran 2021,” katanya.

“Untuk pembangunan insenerator tersebut memerlukan dana antara Rp7 miliar sampai Rp8 miliar. Besaran dana itu termasuk biaya analisis dampak lingkungan (AMDAL), “Feasibility Study” (studi kelayakan), penyusunan “DED” (perencanaan teknik) dan lainnya,” demikian Hanifah Dwi Nirwana.

TPA Regional Banjarbakula yang tempatnya di wilayah Kota Banjarbaru tersebut untuk penampungan/pengelolaan sampah dari Kota Banjarmasin, Kabupaten Banjar, Tanah Laut (Tala) serta Kabupaten Barito Kuala (Batola), dan “kota idaman” Banjarbaru sendiri. Sedangkan nama TPA Regional tersebut gabungan dari singkatan nama-nama lima kabupaten/kota itu.

.

Antara

Editor: