Pilkada Balangan, ANIS Nomor 2 dan HAS Nomor 1

BORNEO online, PARINGIN – Pengundian nomor urut pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Balangan dalam Pilkada 2020 berlangsung, Kamis (24/09), di Aula Kantor KPU Balangan di jalan A Yani kecamatan Paringin.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Balangan secara resmi menggelar pengundian nomor urut dalam pemilihan kepala daerah Pilkada Balangan tahun 2020.

Dalam pengundian nomor urut itu, para pasangan calon lebih dulu diminta mengambil nomor antrean. KPU Balangan memberi kesempatan kepada paslon H Abdul Hadi-H Supiani (HAS) yang diwakili H Supiani mengambil lebih dulu boneka yang berisi nomor antrean.

Berikutnya, paslon H Ansharuddin-M Nor Iswan (ANIS) yang diwakili calon Wabup Balangan M Nor Iswan mengambil nomor antrean, kemudian membuka secara bersama-sama nomor antrean tersebut.
Hasilnya, KPU menetapkan H Abdul Hadi-H Supiani (HAS) mendapat nomor 1 dan H Ansharuddin-M Nor Iswan (ANIS) dapat nomor 2.

loading...

Ketua KPU Balangan, Sarpani menyampaikan, terkait tatacara pengundian dan pencabutan nomor sesuai SK KPU.
“Teknik ini sesuai SK KPU Nomor 394/PL.02.2-Kpt/06/KPU/VIII/2020 tanggal 24 Agustus 2020 tentang Pedoman Teknis Pendaftaran, Penelitian dan Perbaikan Dokumen Persyaratan, Penetapan, serta Pengundian Nomor Urut Pasangan Calon Dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, dan/atau Walikota dan Wakil Walikota,” tandasnya.

Terpisah, paslon ANIS mengatakan, “Alhamdulillah kami dapat nomor urut 2 dan ini sesuai harapan kami, lanjutkan dua periode,” ucap Ansharuddin didampingi Iswan, habaib dan timnya.

Senada, paslon Abdul Hadi-Supiani (HAS) menyampaikan “Kami dapat nomor urut 1 ini sesuai harapan kami,” ujar Hadi saat ditanya wartawan.

Pantauan dilapangan, pelaksanaan pengundian nomor urut yang dilaksanakan KPU Balangan sesuai protokol kesehatan yang sangat ketat. (jn)

Tim Redaksi

Tim redaksi hancau.net, terdiri dari beberapa pemuda yang senang berkreatifitas di dalam ruangan. Khususnya di depan komputer mereka masing-masing. Jika di masa dahulu, mereka dianggap nerd.Berbeda hal nya di masa sekarang. Sekarang, hampir semua orang beraktifitas di depan layar gadget mereka. Mulai dari berbelanja, bermain, hingga bekerja. Semua dapat dilakukan di dalam satu wadah digital.