SMKN 2 Barabai Juara satu FLS2N 2020

BORNEO online, HST – Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 2 Barabai Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan (Kalsel) juara satu Festival Lomba Seni Siswa Nasional atau FLS2N Tahun 2020.

Dalam FLS2N 2020 bentuk monolog bitu, SMKN 2 Barabai berkedudukan di Pagat, Kecamatan Batu Benawa mengangkat kisah “Andaru” – sebuah cerita rakyat Banjar Kalsel, ujar penulis naskah tersebut, Hami Maulidia, Ahad melalui WA, dikutip dari antara.

“Alhamdulillah kami dari SMKN 2 Barabai (sekitar tujuh kilometer dari kota Barabai) juara satu monolog FLS2N di tingkat nasional,” tutur siswi kelas II sekolah tersebut yang juga aktif Pramuka dan olahraga bela diri Karate dengan sabuk hitam itu.

Putri atau anak ketiga pasangan Mohammad Ilmi Muhran (61) dengan Hamidah yang tinggal di Desa Aluan Mati (173 kilometer utara Banjarmasin) Batu Benawa itu menerangkan, sumber pembuatan naskah lomba tersebut dari masyarakat Kecamatan Haruyan HST.

Dalam naskah tersebut hanya mengambil sebagian dari ceritera rakyat tentang Andaru atau “kepala naga” dengan sebuah refleksi berupa patung yang mengandung metos kalangan masyarakat Banjar Kalsel tertentu.

loading...

“Sebagai contoh, patung kepala naga dengan sebutan Andaru harus dirawat/dipelihara secara turun temurun oleh juriat pemilik pertama benda tersebut. Bila tidak terpelihara dengan baik bisa berdampak buruk terhadap keluarga/keturunan pemilik benda itu,” ungkapnya.

“Kami sengaja mengangkat cerita rakyat tentang Andaru tersebut sebagai salah satu upaya pelestarian kisah-kisah masyarakat Banjar Kalsel jaman dulu dengan memetik pembelajaran dari hikmah positif,” demikian Dia sapaan lain dari Hami Maulidia.

Di Kecamatan Haruyan (sekitar 26 kilometer sebelum kota Barabai yang berjarak lebih kurang 165 kilometer dari Banjarmasin) terdapat sebuah obyek wisata alam/tirta dengan nama “Luklaga”.

Luklaga gabungan dari dua kata yaitu “luuk” (telukan sungai yang dalam) dan “naga” (seekor ular besar jelmaan dari manusia, sebuah kepercayaan sebagian masyarakat).

Dari cerita rakyat kalangan masyarakat Haruyan tempo dulu Luklaga merupakan tempat jelmaan naga tersebut berada yang terkadang bisa mengganggu pengunjung/wisatawan kalau “mambungah” (suatu sikap/perilaku seenaknya tanpa sopan santun atau aturan kebiasaan tidak tertulis dari mahluk gaib penghuni kawasan itu) .