Abu Dzar, Pemuda Pemberani Suku Ghifar

BORNEO online – Ada lembah Waddan yang menghubungkan Makkah dengan dunia luar, yaitu tinggallah suku Ghifar. Kehidupannya sangat kurang dan bergantung pada pemberian kafilah saudagar Quraisy.

Di suku Ghifari ada seorang pemuda bernama Abu Dzar, sosok yang cemerlang dan pemberani. Namun dia menilai sukunya itu bodoh karena masih menyembah berhala. Abu dzar begitu menyayangkan atas semua itu.

Hingga pada suatu hari Abu Dzar mendengar ada seorang Nabi baru yaitu Muhammad yang mengajak kepada umatnya untuk menyembah Allah SWT.

Mengetahui hal itu keeseokan harinya Abu Dzar segera berkemas membawa perbekalan untuk pergi ke Makkah menemui Nabi Muhammad SAW.

Ketika Abu Dzar tiba di Makkah ia tidak bertanya kepada siapapun tentang tujuannya justru ia menyamar sebagai musafir.

Dia melakukan hal tersebut supaya terhindar dari kejahatan orang Quraisy. Malam pun tiba, Abu Dzar tidur di Masjid saat itu ada Ali bin Abi Tahlib lewat. Ali tahu bahwa Abu Dzar merupakan orang asing di Makkah kemudian Ali mengajak untuk ikut bersamanya.

Selama 3 malam Abu Dzar di Rumah Ali bin Abi Thalib. Di malam terakhir Ali bertanya kepada Abu Dzar maksud kedatangannya ke Makkah itu apa.

Abu Dzar pun menceritakan maksud dan tujuannya yaitu untuk bertemu dengan Nabi SAW dan ingin mendengar apa yang di katakannya. ”Demi Allah! Sesungguhnya dia adalah Rasulallah SAW,” sahut Ali.

Kemudian diceritakanlah Muhammad SAW tentang kerasulan dan dakwahnya.

Keeseokan harinya Abu Dzar diajak ke rumah Rasul. Setiba di tujuan ia memberikan salam, “Assalamualaika ya Rasulallah!”

“Waalaikum salam warahmatullah wabarakatuh,” jawab Rasul.

Perbincangan pun terus dilakukan tak lama kemudian Rasulallah pun mengajak Abu Dzar untuk memeluk agama Islam, beliau membacakan ayat suci al-quran dan Abu Dzar langsung mengucapkan kalimat syahadat di hadapan Rasulallah SAW.

Setelah sekian lama di Makkah Abu Dzar di perintahkan untuk kembali pulang ke asalnya oleh Rasul. Dan ia diberi amanah oleh beliau untuk berdakwah menngajak kaumnya beribadah kepadah Allah.

Pulanglah Abu Dzar ke suku Ghifar, ia mengajak keluarganya untuk memeluk islam. Dari hasil dakwahnya yang tak kenal lelah dan jemu, satu persatu orang-orang suku Ghifar mulai memeluk Islam.

Di bawalah mereka oleh Abu Dzar ke Madinah untuk menyatakan keislamannya di hadapan Rasulullah.

.

islampos

Editor: