Debat Pertama Pilgub Kalsel, Denny Cecar Petahana Soal Hukum Tidak Tegak

BORNEO online, Banjarmasin – Dua paslon yang berkontestasi di Pilgub 2020 Kalimantan Selatan, saling berhadapan dalam debat publik pertama yang digelar oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kalimantan Selatan, Rabu (4/11/2020) malam.

Debat yang dimoderatori oleh Andi Tenri Sompa itu, disiarkan melalui stasiun televisi nasional dan juga melalui live streaming You Tube milik KPU Kalsel.

Kehadiran paslon nomor urut 1, Sahbirin Noor – Muhidin, dan paslon nomor urut 2, Denny Indrayana – Difriadi, turut didampingi sejumlah petinggi parpol pengusung yang mereka.

Mengawali pejalanan debat pada malam ini, masing-masing paslon saling memaparkan visi misi mereka di hadapan ribuan masyarakat Banua yang sedang menyaksikan momentum bersejarah ini.

Paslon nomor 1 menjadi kandidat yang membuka pemaparan visi misi. Calon Gubernur Kalsel, Sahbirin mengungkapkan bahwa visi misi yang mereka buat bertajuk “Banua Maju, Kalsel Maju”. Adapun untuk visi, paslon berjargon -Paman BirinMu- ini menyiapkan 3 poin utama.

“Yang pertama adalah makmur sejahtera. Kita berharap terpenuhinya kebutuhan masyarakat baik jasmani maupun rohani. Untuk kedua ialah berkelanjutan, yang mana pembangunan dengan memperhatikan keseimbangan antara sosial, ekonomi, dan lingkungan hidup,” katanya.

Selain itu, Sahbirin juga menyertakan harapan bahwa kesejahteraan masyarakat Kalsel akan sangat berdampak usai Provinsi Kalimantan Timur, ditetapkan sebagai ibu kota negara. “Tentunya sangat berdampak ke Kalsel. Ini menjadikan kita wilayah yang strategis. Kita berharap berdampak signifkan terhadap kesejahteran masyarakat,” tambahnya.

Adapun untuk misi, duet Sahbirin – Muhidin menyiapkan 7 poin utama. Yakni, meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), mendorong pertumbuhan ekonomi yang merata, memperkuat sarana dan prasarana dasar dan perekonomian, tahap-tahap kelola pemerintahan yang lebih fokus pada layanan publik atau memberikan pelayanan terbaik buat masyarakat, memperbaiki lingkungan hidup dan memperkuat ketahanan bencana.

“Sampai hari ini setiap negara di dunia bersaing begitu ketat. Maka dari itu kualitas SDM penting diperhatikan. Kita dorong dan harus kita aplikasikan dalam setiap pembangunan di Kalsel,” terangnya.

Di sisi lain, Calon Gubernur Kalsel nomor urut 2, Denny Indrayana, punya cara yang berbeda dalam menyampaikan visi misinya, Mantan Wamenkumham RI era Presiden SBY itu lebih mengutamakan pada hilangnya dua aspek dalam berjalannya pemerintahan selama ini.

“Bagaimana visi pemimpin ke depan, kita liat rekam jejak beberapa tahun ke belakang. Ada 5 bidang yang didiskusikan malam ini, yakni hukum, HAM, agraria, kebangsaan, politik, dan pemerintahan. Dalam semua bidang itu, ada dua aspek yang hilang yakni kata adil dan amanah,” ujarnya.

Menurut Denny, hukum saat ini telah menjadi komoditas yang diperjualbelikan. Bahkan ia menyinggung atas tumpulnya kekuatan hukum saat ini, membuat politik dan pemerintahan akhirnya tidak bisa diluruskan.

“Tidak jarang politik ditransaksikan. Pemerintah yang baik, tidak berjalan, karena tidak jarang jabatan diperjualbelikan. Sengketa lahan -agraria, menjadi hal luar biasa dan merupakan isu yang memilukan,” sindirnya.

Untuk itu, kata Denny, visi misi pihaknya ialah menghadirkan rasa adil dan amanah. Sehingga ke depannya, sebagian besar kekayaan alam tak lagi dikuasai oleh pihak pemerintah. Terutama bisnis perusahaan korporasi semata.

“Saat ini rakyat hanya menjadi objek bisnis. Kemana kekayaan Kalsel? Kondisi ini karena hukum kita tidak tegak. Itu sebabnya kami menawarkan agar Kalsel sama-sama berhijrah. Melalui Pilkada inilah awalnya. Mari kita hadirkan keadilan dan amanah,” pungkasnya.

.

kanalkalimantan.com

Editor: