Waspada, 15 Kecamatan di Batola Zona Merah Lagi

Masih belum berakhir, pemeriksaan swab di Barito Kuala hampir selalu menemukan kasus konfirmasi positif. Foto: Istimewa

BORNEO online, MARABAHAN – Warga di Kabupaten Barito Kuala perlu meningkatkan kewaspadaannya. Lantaran penyebaran Covid-19 yang sempat melandai di kabupaten ini nyatanya mengalami peningkatan.

Satgas Civid-19 Kabupaten Barito Kuala menyatakan, 15 dari 17 kecamatan di daerah ini kembali berada di zona merah.

Kecamatan terakhir yang kembali merah adalah Tabunganen, setelah seorang laki-laki berusia 48 tahun dikonfirmasi positif, Sabtu (14/11).

Pasien berkode Btl-742 tersebut dinyatakan sebagai suspek. Untuk penanganan selanjutnya, pasien masih menjalani isolasi mandiri di rumah.

Btl-742 melengkapi 14 pasien konfirmasi baru di Batola. 4 pasien di antaranya berasal dari Kecamatan Mekarsari, yakni Btl-744 (23 tahun), Btl-745 (10 tahun), Btl-746 (23 tahun) dan Btl-748 (18 tahun).

Alalak menambah 3 pasien baru, semuanya berjenis kelamin laki-laki. Mereka adalah Btl-741 (28 tahun), Btl-751 (12 tahun) dan Btl-752 (9 tahun).

Kemudian Tamban dan Marabahan masing-masing menambah 2 pasien. Semua pasien juga masih menjalani isolasi mandiri di rumah.

Sementara seorang pasien wanita dari Tabukan berkode Btl-749 (55 tahun), dirawat di RSUD Abdul Azis Marabahan. Sedangkan Btl-750 (31 tahun) yang berdomisili di Bakumpai, sudah dikarantina di SKB Batola.

“Total jumlah pasien konfirmasi positif di Batola sudah mencapai 750 orang. Namun sudah 683 orang sembuh atau tersisa kasus aktif 55 pasien,” papar dr Azizah Sri Widari, juru bicara Satgas Covid-19 Batola.

“Kami berharap masyarakat tetap menjaga protokol kesehatan, mengingat setiap pemeriksaan hampir selalu menghasilkan konfirmasi positif,” imbuhnya.

Selain konfirmasi positif, Satgas Covid-19 Batola juga mengantisipasi tambahan pasien baru. Terdapat 94 suspek, 95 kontak erat dan seorang probable.

Sementara dari 55 kasus aktif, 22 pasien di antaranya dikarantina di SKB Batola. Kemudian 2 dirawat di RSUD Abdul Azis, serta masing-masing seorang pasien di RS Ansari Saleh, RS Islam dan Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes).

Reporter: A. Gafur
Editor: Milhan Rusli

Editor: