Satgas COVID Banjarmasin Apresiasi Gereja-gereja Persiapan Natal

BORNEO online, Banjarmasin – Satuan Tugas (Satgas) COVID-19 Kota Banjarmasin Provinsi Kalimantan Selatan mengapresiasi gereja-gereja yang mempersiapkan pelaksanaan ibadah Natal di masa pandemi virus corona.

“Saya barusan selesai berkeliling beberapa gereja dengan Ketua Satgas COVID-19, yakni Bapak Wali Kota didampingi Kapolres dan Dandim,” ujar juru bicara Satgas COVID-19 Kota Banjarmasin Machli Riyadi di Banjarmasin,  dilansir dari Antara, Kamis.

Menurut dia, Satgas COVID-19 Kota Banjarmasin melihat secara langsung persiapan gereja-gereja dalam merayakan hari raya Natal di masa pandemi COVID-19 ini.

“Semua gereja yang ditemui sudah melaksanakan protokol kesehatan dengan baik di tempat peribadatan, kami apresiasi ini,” ucapnya.

Menurut dia, gereja-gereja sudah menyiapkan diantaranya sarana cuci tangan serta handsanitizer dan jarak duduk juga sudah sesuai dengan standar protokol kesehatan.

Tentunya, kata Machli Riyadi, para jemaat yang hadir wajib mengenakan masker yang standar.

“Pastinya ada pembatasan jemaat yang hadir langsung ke gereja, kita apresiasi juga untuk bisa demikian,” tutur Machli Riyadi.

loading...

Sebagaimana diinformasikan salah satunya di Gereja Katolik Katedral Banjarmasin di mana pelaksanaan ibadah Natal di sana akan dilangsungkan secara sederhana dan durasi yang dipersingkat dari biasanya.

“Kita percaya semua gereja mematuhi peraturan protokol kesehatan, dan kita lihat sendiri sudah mereka menyiapkan itu,” ungkapnya.

Dia pun kembali mengimbau tidak ada perayaan yang berlebihan pada libur Natal dan tahun baru ini, karena kondisi pandemi COVID-19 yang belum juga turun.

Bahkan, katanya lagi, Banjarmasin terpaksa kembali menetapkan dua kelurahan menjadi zona merah dan puluhan lainnya sudah zona kuning, sehingga semua harus waspada betul.

“Jangan kendor disiplin menaati protokol kesehatan, sebab ini demi keselamatan bersama, kalau tidak ada keperluan yang penting, baiknya di rumah saja,” ujarnya Kadinkes Banjarmasin tersebut.

Editor: Ghaf