Antisipasi Varian Baru, Bupati Tanah Laut Kembali Minta Bentuk Satgas Covid-19

Bupati Tala H Sukamta mengambil kebijakan agar Satgas Pencegahan Covid-19 kembali dibentuk. Foto: Istimewa

BORNEO online, PELAIHARI – Guna mengantisipasi Covid-19 varian baru di Kabupaten Tanah Laut, Bupati H Sukamta mengambil kebijakan agar satuan tugas (Satgas) pencegahan virus asal Wuhan, China itu kembali dibentuk.

Hal itu kata Sukamta, agar kembali dilakukan pencegahan dan menangani pandemi virus berbahaya ini.

Covid-19 varian baru ini, menurut Sukamta sangat berbahaya.

“Angka kematian di bulan Desember saja sebanyak tujuh orang, lebih banyak dari puncak kasus Covid-19 pada bulan Juli lalu. Ini semua karena kita lengah dan kendor akan protokol kesehatan padahal virus corona telah bermutasi dan tentu sekarang lebih membahayakan manusia,” kata Sukamta dalam rapat virtual bersama SKPD dari Ruang Barakat Kantor Bupati Tala, Senin (28/12).

Sukamta, meminta Satgas Pencegahan dan Penanganan Covid-19 kembali dibentuk agar protokol kesehatan Covid-19 kembali digalakkan di tingkat kabupaten, kecamatan hingga desa.

Ia menginstruksikan bahwa penerapan protokol kesehatan di keramaian seperti pasar, angkringan, kafe dan lainnya juga akan diawasi oleh Satgas.

“Kita akan awasi secara ketat termasuk tempat peribadatan, lokasi hajatan perkawinan karena saya tau hampir setiap ada hajatan tidak ada yang memenuhi standar protokol kesehatan, maka akan kita evaluasi lagi. Dan ada kasus kematian akibat klaster hajatan. Kami serius karena kami tidak ingin ada korban jiwa lagi,” tegasnya.

Dalam waktu satu sampai dua hari kedepan Satgas Pencegahan dan Penanganan Covid-19 Kabupaten Tala akan melakukan pemetaan secara mendetail daerah rawan penyebaran virus corona.

Jika, kasus Covid-19 terus naik maka pasien terkonfirmasi positif Covid-19 tidak diperbolehkan lagi melakukan karantina mandiri untuk mempercepat penyembuhan dan mencegah penularan terjadi.

“Nanti Dinas Kesehatan Tala tolong pengadaan rapid test langsung saja menggunakan rapid antigen yang akurasinya lebih tepat daripada rapid tes biasa, sehingga kebijakan yang kita ambil tepat sasaran,” tandas Sukamta.

Editor: Milhan Rusli