Balangan Fokus Kembangkan Program Ekonomi Kerakyatan

PARINGIN – Tahun depan, Pemkab Balangan akan memprioritaskan sejumlah sektor dalam pembangunan.

Bupati Balangan Ansharuddin mengatakan pada 2021 pihaknya akan fokus pada peningkatan daya saing perekonomian daerah, kualitas SDM, infrastruktur dasar, kualitas lingkungan hidup, serta peningkatan kinerja pemerintahan daerah.

Hal itu dia sampaikan dalam Penyampaian Nota Keuangan Rencana APBD tahun 2021 di Rapat Paripurna DPRD, Selasa (1/9) kemarin.

Sementara terkait dengan masih belum selesainya pandemi Covid-19, Pemkab Balangan juga masih terus berupaya untuk melakukan pemulihan ekonomi melalui program ekonomi kerakyatan.

Sementara dalam rapat paripurna ke-27 masa sidang ke III yang dipimpin Ketua DPRD Ahsani Fauzan, bupati menyampaikan Raperda APBD 2021, Pemkab Balangan menganggarkan pendapatan daerah sebesar Rp 1.026.914.685.726, yang terdiri dari pendapatan asli daerah (PAD) sebesar Rp 78.717.838.056, pendapatan transfer Rp 923.328.003.006,- dan pendapatan daerah yang sah sebesar Rp 24.868.844.664.

loading...

Kemudian untuk belanja daerah dianggarkan sebesar Rp 1.143.291.991.677. Dibandingkan anggaran murni tahun 2020 ada penurunan belanja operasi hingga 15,2 persen dan belanja transfer hingga 9,2 persen. Sedangkan belanja modal dan belanja tak terduga dinaikkan masing-masing sebesar 14,5 dan 14,3 persen.

“Secara total, anggaran belanja daerah kita tahun 2021 turun 9,5 persen dibanding anggaran murni tahun 2020,” Jelas bupati.

Sementara pembiayaan netto dianggarkan sebesar Rp 116.377.305.951,- yang akan diperoleh dari penerimaan pembiayaan daerah tanpa dikurangi dengan pengeluaran pembiayaan daerah.

“Dari gambaran tersebut, kita bisa melihat situasi kesulitan keuangan sedang melanda bukan hanya kita di daerah, tetapi juga di pusat. Kiranya hal ini juga mempertegas pentingnya kita melakukan efisiensi, sebagaimana telah kami sampaikan sebelumnya dalam beberapa kesempatan rapat paripurna terkait anggaran,” jelasnya.

Tim Redaksi

Tim redaksi hancau.net, terdiri dari beberapa pemuda yang senang berkreatifitas di dalam ruangan. Khususnya di depan komputer mereka masing-masing. Jika di masa dahulu, mereka dianggap nerd.Berbeda hal nya di masa sekarang. Sekarang, hampir semua orang beraktifitas di depan layar gadget mereka. Mulai dari berbelanja, bermain, hingga bekerja. Semua dapat dilakukan di dalam satu wadah digital.