Akibat Luapan Air Sungai Tujuh Desa di Kecamatan Tebing Tinggi Tergenang

BORNEO online, Balangan – Tujuh Desa di Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Balangan, Provinsi Kalimantan Selatan, digenangi air yang berasal dari luapan air sungai, Sabtu (31/10).

Diketahui air sungai mulai menggenangi jalan, rumah dan sekolah-sekolah hingga tempat ibadah, sejak pukul 06.45 wita, dengan kedalaman bervariasi.

Dari laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Balangan, melalui Kasi Kedaruratan, Syuhada menyebutkan, setidaknya dari tujuh desa tersebut ratusan rumah warga turut tergenang air luapan sungai.

“Dikarenakan curah hujan yang tinggi di wilayah pegunungan, sehingga air sungai meluap dan menggenangi jalan, rumah, sekolah dan tempat ibadah di areal tersebut hingga mencapai satu meter,” tuturnya, dikutip dari Antara Sabtu (31/10).

Untuk desa yang terdampak banjir, yakni Desa Mayanau, 125 rumah, 129 KK dengan 450 jiwa, Desa Gunung Batu, 150 rumah, 335 jiwa, Desa Sungsum, 210 rumah, 249 KK dengan 752 jiwa, Desa Ju’uh, 50 rumah, 75 KK dengan 321 jiwa, Desa Simpang Bumbuan, 35 rumah 41 KK dengan 125 jiwa, Desa Simpang Nadung 50 rumah, 50 KK dengan 175 jiwa, Desa Tebing Tinggi, 182 rumah, 212 KK dengan 670 jiwa.

Hingga pukul 13.00 wita, luapan air sudah mulai pada tahap penurunan, jika tidak ada hujan susulan diperkirakan air segera mengalami penyurutan pada sore hari, ungkap Syuhada.

“Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, sementara itu untuk unit relawan sudah berada di lokasi sejak informasi diterima, diantaranya TRC PB-BPBD Balangan, BPK Tariwin, BPK Rescue 304 Rica Jaya, BPK Ulin, Anggota Koramil Awayan dan Polsek Awayan,” pungkasnya.