Luapan Air Sungai Tebing Tinggi Berdampak ke Kecamatan Awayan

BORNEO online, Balangan – Akibat dari luapan air sungai di Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Balangan, Provinsi Kalimantan Selatan, yang sempat merendam tujuh desa di kecamatan tersebut, kini giliran Kecamatan Awayan yang berada di bawahnya mengalami dampaknya.

Setidaknya empat desa di Kecamatan Awayan dengan 336 rumah terdampak rendaman air kiriman, yang berasal dari curah hujan yang tinggi di wilayah pegunungan, sehingga air sungai meluap.

Berdasarkan informasi Kasi Kedaruratan BPBD Balangan, Syuhada, air kiriman dari luapan air sungai Kecamatan Tebing Tingg, mulai berdampak sekitar pukul 14.13 wita di wilayah Kecamatan Awayan.

“Untuk kedalaman air bervariasi, hingga mencapai 50 cm, dimana sebelumnya warga sudah kami beri peringatan terkait air kiriman dari luapan air sungai di Kecamatan Tebing Tinggi,” ungkapnya.

Disebutkan, untuk desa yang mengalami dampak rendaman air kiriman tersebut diantaranya, Desa Putat basiun, 27 buah rumah yakni di RT. 02, 15 buah rumah 15 KK dengan 50 jiwa. Di RT. 03, 12 buah rumah, 12 KK dengan 40 Jiwa.

Desa Pasar Awayan 23 buah rumah, yakni di RT.01 15 buah rumah, 15 KK dengan 55 jiwa, selanjutnya di RT.03, 8 buah rumah, 8 KK dengan 30 jiwa.

Untuk Desa Badalungga 138 rumah, 146 KK dengan 660 jiwa, dan Desa Badalungga Hilir, 148 buah rumah, 163 KK dengan 639 jiwa.

“Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, dan hingga pukul 17.00 wita, untuk banjir yang merendam rumah serta jalan sudah dalam tahap penurunan, kita berharap tidak ada hujan susulan, serta warga tetap harus waspada,” jelasnya, dikutip dari Antara, Sabtu (31/10).

Hal tersebut memang sudah dalam prediksi tim BPBD Balangan, sehingga tim sudah melakukan persiapan dan antisipasi atas air kiriman dari luapan air sungai di Kecamatan Tebing Tinggi, tutupnya.

Editor: