Nelayan Kutai Kartanegara Terima Bantuan 1.766 Paket Konverter BBM ke BBG

BORNEO online, Samarinda – Pemda Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur menyerahkan bantuan kepada para nelayan sebanyak 1.766 paket alat konversi (konverter kit) dari Bahan Bakar Minyak (BBM) ke Bahan Bakar Gas (BBG).

Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Sekda Kabupaten Kutai Kartanegara Sunggono di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Desa Liang Ilir, Kecamatan Kota Bangun, Kutai Kartanegara.

“Bantuan yang diberikan berupa mesin ces, konverter kit, tabung gas dua buah. Dengan perincian 861 paket perairan umum dan 905 paket perairan laut,” kata Sunggono saat dihubungi dari Samarinda, dilansir dari Antara, Rabu (11/11).

Sementara itu, Kadis Kelautan dan Perikanan Kukar Dadang S Supratman mengatakan bantuan tersebut merupakan program dari Kementerian ESDM bekerjasama dengan PT Pertamina yang didukung oleh anggota DPRD – RI dapil Provinsi Kaltim.

“Tahun 2020 merupakan tahun kedua bantuan dari Kementerian ESDM untuk para nelayan yang ada di Kukar. Sebelumnya pada tahun 2018 bantuan sebanyak 1.815 paket,” jelas Dadang.

Ia mengimbau kepada para nelayan yang belum menerima bantuan agar segera mengurus kartu Kusuka, sehingga ke depan keberadaan nelayan tersebut terdata.

Pasalnya para nelayan yang tidak memiliki kartu Kusuka bisa dipastikan tidak mendapatkan bantuan karena tidak terdata.

“Daftarkan diri dengan baik didalam one data untuk mendapatkan kartu Kusuka. Kalau bapak-bapak tidak memiliki kartu tersebut, sampai kapanpun tidak akan dapat bantuan,” jelasnya.

Kepala Sub Direktorat Perencanaan dan Pengadaan Pembangunan Infrastruktur Migas Kementerian ESDM Wahyudi Akbari mengatakan tahun 2020 merupakan tahun kedua bantuan dari Kementerian ESDM.

“Khusus di wilayah Kabupaten Kukar total bantuan yang telah diserahkan sebanyak 3.581 paket,” jelasnya.

Bantuan tersebut diberikan gratis, sehingga bila ada oknumyang meminta imbalan, para nelayan diharapkan segera melaporkan kepada pihak Kementerian ESDM.

” Kami berharap bantuan ini bisa dimanfaatkan dengan baik untuk mencari nafkah, dan jangan sampai di perjual belikan,” pungkasnya.

Editor : A.Gafur

Editor: